HARI PERTAMA IHT: MTS SERBA BAKTI PERKUAT IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS CINTA MELALUI PEMBELAJARAN MENDALAM
SURYALAYA - Memasuki hari pertama pelaksanaan In-House Training (IHT) Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (PM), Rabu (22/7/2026), MTs Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya melaksanakan serangkaian kegiatan yang berfokus pada penguatan pemahaman Kurikulum Berbasis Cinta, penyamaan persepsi antarguru, serta praktik penyusunan perangkat pembelajaran sesuai arah kebijakan Kurikulum Madrasah. Kegiatan yang berlangsung di Aula Mini MTs Serba Bakti ini dipandu langsung oleh Pengawas Pembina Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Asep Saepulmillah, M.Ag., M.Pd., sebagai narasumber utama.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi brainstorming interaktif menggunakan platform Menti.com. Melalui media tersebut, seluruh peserta melakukan registrasi kehadiran sekaligus menyampaikan afirmasi serta harapan selama mengikuti In-House Training. Selanjutnya, peserta mengikuti pre-test berbasis digital melalui Wayground.com guna mengukur tingkat pemahaman awal mengenai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Hasil pre-test kemudian dievaluasi secara langsung oleh narasumber melalui pembahasan setiap butir soal. Pada sesi ini, berbagai konsep dasar KBC dikaji kembali, sekaligus meluruskan pemahaman peserta terhadap prinsip-prinsip implementasi kurikulum sebagai bekal sebelum memasuki pembahasan materi secara lebih mendalam.

Memasuki sesi utama, narasumber menyampaikan penguatan mengenai implementasi Kurikulum Madrasah berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025, yang dilanjutkan dengan pemaparan komprehensif mengenai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai paradigma pembelajaran di madrasah. Materi yang disampaikan mengulas filosofi KBC beserta nilai-nilai fundamental yang menjadi landasan dalam proses pendidikan, di antaranya kecintaan kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, penghormatan kepada sesama, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat mencintai bangsa dan tanah air. Selain membahas aspek konseptual, narasumber juga memberikan berbagai contoh implementasi nilai-nilai tersebut dalam proses pembelajaran agar mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna, membangun karakter, serta menumbuhkan budaya belajar yang humanis di lingkungan madrasah.

Untuk menjaga semangat dan konsentrasi peserta seusai break sholat Dzuhur, kegiatan dilanjutkan dengan sesi ice breaking yang dipandu langsung oleh Pengawas Pembina. Seluruh peserta mengikuti Senam Muhammad Ali, dilanjutkan dengan Tepuk Semangat dan Tepuk Good Job yang berlangsung penuh antusias. Suasana pelatihan yang semula serius berubah menjadi lebih dinamis, sehingga peserta kembali siap mengikuti sesi praktik dengan energi dan motivasi yang baru.

Pada sesi praktik, seluruh peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan rumpun mata pelajaran. Masing-masing kelompok melakukan penyusunan perangkat pembelajaran menggunakan format yang telah disiapkan oleh narasumber, dimulai dari pemetaan Capaian Pembelajaran (CP) ke dalam Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), penyusunan Dimensi Profil Lulusan (DPL), hingga penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam terintegrasi Kurikulum Berbasis Cinta (RPM-KBC) sesuai karakteristik mata pelajaran masing-masing. Selama proses berlangsung, peserta aktif berdiskusi, bertukar gagasan, serta menganalisis keterkaitan antar komponen pembelajaran untuk menghasilkan perangkat yang selaras dengan prinsip Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam. Pengawas Pembina secara intensif melakukan monitoring dari satu kelompok ke kelompok lainnya, memberikan pendampingan, masukan, serta klarifikasi terhadap setiap hasil penyusunan perangkat pembelajaran. Pendampingan tersebut memberikan pengalaman praktis bagi para guru dalam menerjemahkan konsep kurikulum ke dalam perangkat pembelajaran yang aplikatif dan siap diimplementasikan di kelas.


Menutup rangkaian kegiatan hari pertama, Pengawas Pembina menegaskan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta tidak berhenti pada penyusunan perangkat pembelajaran, tetapi harus diwujudkan dalam praktik pembelajaran yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang mendalam, bermakna, dan berdampak positif bagi murid. Melalui In-House Training ini, diharapkan seluruh guru MTs Serba Bakti memiliki pemahaman yang utuh terhadap konsep Kurikulum Berbasis Cinta serta mampu mengimplementasikannya secara optimal dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, madrasah tidak hanya melahirkan murid yang unggul dalam aspek akademik, tetapi juga berkarakter, berakhlakul karimah, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan, masyarakat, bangsa, dan agama.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
PEMBUKAAN IN-HOUSE TRAINING (IHT): Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam di MTs Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya
Tasikmalaya, 22 Juli 2026 – MTs Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya secara resmi membuka kegiatan In-House Training (IHT) Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC
GTK MTs Serba Bakti Suryalaya Ikuti Pembinaan Guru dan Sosialisasi Program Madrasah Jenjang MTs Tahun 2026
Tasikmalaya, 21 Juli 2026 – Sebanyak 17 GTK MTs Serba Bakti Suryalaya mengikuti kegiatan Pembinaan Guru dan Sosialisasi Program Madrasah Jenjang MTs Tahun 2026 se-KKM MTsN 2 Tasik
Pengukuhan Murid Baru MTs Serba Bakti Tahun Pelajaran 2026/2027: Meneguhkan Langkah, Menumbuhkan Harapan, Mengukuhkan Generasi Berprestasi
SURYALAYA - Ada hari-hari yang tidak sekadar menandai pergantian waktu, tetapi menjadi penanda lahirnya sebuah perjalanan baru. Hari ketika seorang anak melangkah meninggalkan gerbang m