• MTS SERBA BAKTI

  • Madrasah Hebat Bermartabat

PEMBUKAAN IN-HOUSE TRAINING (IHT): Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam di MTs Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya

Tasikmalaya, 22 Juli 2026 – MTs Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya secara resmi membuka kegiatan In-House Training (IHT) Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Tahun Ajaran 2026/2027 pada Rabu, 22 Juli 2026. Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, mulai 22 hingga 23 Juli 2026, IHT menjadi bagian dari komitmen seluruh komponen MTs Serba Bakti dalam usaha mempertinggi kompetensi profesional GTK (Pengembangan Diri), meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan merupakan bagian dari Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), untuk menghasilkan lulusan yang lebih bermutu dan berdaya saing.

In-House Training (IHT) diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan MTs Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya. Pelaksanaan kegiatan mengusung semangat transformasi pendidikan madrasah yang selaras dengan kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai pendekatan pembelajaran yang bermakna, reflektif, kolaboratif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik, hal ini selaras dengan semangat pembinaan yang dilaksanakan Pengawas Pembina Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Bapak Asep Saepulmillah, M. Ag., M. Pd., dan semangat juang peningkatan mutu dari Ketua II Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya, Bapak Achmad Achfa Firdaus, SE.

Pembukaan In-House Training (IHT) diawali dengan Pembukaan oleh MC, Kamaludin Koswara, M. Ag., Tawassul dan Do’a Bersama Oleh Irfan Abadi, M. Ag., Lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah dipimpin oleh Sirotiny Octavia, S. Pd., dilanjutkan dengan Sambutan Kepala Madrasah, Sambutan Ketua II Yayasan Serba Bakti sekaligus membuka kegiatan dan terakhir Sambutan Pengawas Pembina Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam sambutan pembukaan, Kepala MTs Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya, Nurhidayat, S. Ag., MSI., menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada Bapak Asep Saepulmillah, M. Ag., M. Pd. (Pengawas Pembina Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya) dan kepada Bapak Achmad Achfa Firdaus, SE., (Ketua II Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya), yang telah berkenan hadir untuk memberikan pembinaan, dengan harapan semoga pembinaan peningkatan mutu Pendidikan di MTs Serba Bakti, terus berlanjut, berkesinambungan dan berdampak signifikan terhadap peningkatan mutu madrasah secara menyeluruh.

Nurhidayat, S. Ag., MSI., menegaskan bahwa ada pedoman yang penting untuk dijadikan panduan yakni Program Prioritas dan Statemen Pimpinan Pondok Pesantren Suryalaya, Bapak KH. Akhmad Masykur Firdaus Ar., S. I. Kom., yakni Pengamanan dan Pangkaderan (Program Prioritas) dan Perbaikan, Peningkatan dan Pembaharuan (Statemen), In-House Training (IHT) ini harus menjadi bagian integral dari pelaksanaan Arah Kebijakan Pimpinan Pondok Pesantren Suryalaya.

Sambutan kedua dari Bapak Achmad Achfa Firdaus, SE., selaku Ketua II Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pengawas Pembina Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya yang telah berkenan membina MTs Serba Bakti, dengan harapan dapat bersinergi untuk memajukan mutu Pendidikan dan mutu lulusan, khususnya MTs Serba Bakti yang ada di bawah naungan Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya.

Bapak Achmad Achfa Firdaus, SE., menegaskan bahwa kegiatan IHT Tahun Ajaran 2026/2027 ini, diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan MTs Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya sebagai madrasah yang unggul, dalam berbgai aspeknya, khususnya mutu pembelajaran dan penguatan nilai-nilai Tanbih dan Ajaran TQN, sebagai ciri khas Pondok Pesantren Suryalaya,  tentunya selaras dengan peraturan dan regulasi pendidikan yang ditetapkan oleh agama dan negara.

Selanjutnya beliau menegaskan bahwa Guru MTs Serba Bakti, jangan hanya cukup datang mengajar dan kemudian pulang, tanpa peran lain yang lebih penting dalam membina, mendidik, membimbing dan meneladani, beliau menekankan pentingnya guru untuk peningkatan disiplin, profesionalisme guru, penguatan karakter Tanbih dan nilai-nilai mulia ajaran TQN, sebagai modal dasar untuk menghasilkan Pendidikan bermutu dan berdaya saing, beliau juga mengharapkan agar guru meningkatkan loyalitas dan tanggung jawab, kepada Yayasan dan Pimpinan Pondok Pesantren Suryalaya. Kabar gembira disampaikan beliau bahwa Pimpinan Pondok Pesantren Suryalaya telah memberikan kebijakan penting tentang fasilitas pendidikan yang lebih baik untuk kemajuan MTs Serba Bakti, satu komplek Pendidikan yang harus disyukuri dan dimanfaatkan serta harus menghasilkan Pendidikan bermutu tinggi.

Pengawas Pembina Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Asep Saepulmillah, M.Ag., M.Pd., mengutarakan bahwa Guru adalah sebagai kekuatan suatu bangsa. “Tahun 1945, ketika Hiroshima dan Nagasaki dibom nuklir atau dibom atom oleh sekutu, di bawah puing-puing bangunan yang kehancuran yang hancur itu, tampilah Hirohito naik ke meja, dia berpidato tentang apa? Dalam pidatonya: ‘Ada berapa orang guru yang tersisa? Ada berapa orang guru yang tersisa? Dengan guru yang tersisa itu, kita akan bangun negara, kita akan bangun Jepang menjadi sebuah negara superpower’ Ini yang ditanyakan bukan siapa-siapa, tapi yang ditanyakan pertama kali oleh Kaisar Hirohito adalah GURU” Tegasnya.

Selain itu Ia pun menyampaikan bahwa posisi guru di Jepang itu menjadi sebuah pilihan utama daripada posisi-posisi yang lainnya. Seperti halnya Kejayaan Islam 8 abad yang lalu mampu memimpin Cordova, itu semua karena Guru. “Karena guru adalah agen perubahan dan pembangun peradaban” Ungkapnya.

Dalam kontek pembelajaran, Pejabat Pokjawas tersebut memaparkan bahwa maju mundurnya sebuah negara ditentukan oleh bagaimana dedikasi seorang guru di kelas. Guru harus berinteraksi dengan baik kepada siswa. Siswa tidak diperlakukan sebagai objek, tetapi siswa diperlakukan teman, yang harus didampingi dan diarahkan.

Salah satu Dosen yang pernah berhidmat di IAILM itu pun menyampaikan pula bahwa tentang Kurikulum Berbasis Cinta, Pondok Pesantren Suryalaya telah melakukannya sejak dulu. “Kurikulum Berbasis Cinta bukan hal yang baru bagi Suryalaya. Jika Bapak, Ibu membuka Tanbih dari Abah Sepuh, ini sudah KBC. Kenapa? Suryalaya dari dulu sudah KBC, Kurikulum Berbasis Cinta. Karena dalam KBC itu ada bagaimana bertoleransi kepada orang lain, bagaimana cinta Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmunya, cinta alam dan lingkungannya, cinta diri dan sesama, dan cinta tanah air, dan itu sudah ditunjukkan oleh Abah Sepuh dan Abah Anom.” Katanya.

Ia pun menjelaskan bahwa indikator mutu Pendidikan tidak hanya bersifat administratif. Tetapi sangat ditentukan oleh kinerja Guru yang berfokus pada masalah akademiknya dan kinerja Kepala Madrasah yang berfokus pada segi manajerialnya. Dengan akademik dan manajerial akan menentukan bagaimana kita mengolah, mendampingi, mengarahkan peserta didik ke jenjang target karakter yang ditentukan. 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
GTK MTs Serba Bakti Suryalaya Ikuti Pembinaan Guru dan Sosialisasi Program Madrasah Jenjang MTs Tahun 2026

Tasikmalaya, 21 Juli 2026 – Sebanyak 17 GTK MTs Serba Bakti Suryalaya mengikuti kegiatan Pembinaan Guru dan Sosialisasi Program Madrasah Jenjang MTs Tahun 2026 se-KKM MTsN 2 Tasik

21/07/2026 14:09 - Oleh Iyus Supriatna - Dilihat 38 kali
Pengukuhan Murid Baru MTs Serba Bakti Tahun Pelajaran 2026/2027: Meneguhkan Langkah, Menumbuhkan Harapan, Mengukuhkan Generasi Berprestasi

SURYALAYA - Ada hari-hari yang tidak sekadar menandai pergantian waktu, tetapi menjadi penanda lahirnya sebuah perjalanan baru. Hari ketika seorang anak melangkah meninggalkan gerbang m

17/07/2026 10:35 - Oleh Rian Syaiful Anwar - Dilihat 64 kali
Hari Ketiga MATAMUDA 2026/2027: Membentuk Generasi Madrasah yang Sehat, Nasionalis, Peduli Lingkungan, dan Berkarakter

SURYALAYA - Pohon yang kokoh bukan hanya bertumbuh karena akarnya menghunjam ke bumi, tetapi juga karena ia mampu menyesuaikan diri dengan setiap musim yang datang. Demikian pula seoran

16/07/2026 22:30 - Oleh Rian Syaiful Anwar - Dilihat 50 kali