HARI KEDUA IHT: MTs SERBA BAKTI PERKUAT KOMPETENSI GURU MELALUI PEMBELAJARAN MENDALAM DAN PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE
SURYALAYA - Memasuki hari kedua pelaksanaan In-House Training (IHT) Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (PM), Kamis (23/7/2026), guru-guru MTs Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya kembali mengikuti rangkaian pelatihan yang berfokus pada pendalaman implementasi pembelajaran, penyusunan perangkat ajar, pengembangan asesmen, hingga pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai inovasi dalam mendukung pembelajaran di madrasah. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pelatihan hari pertama yang membahas landasan filosofis Kurikulum Berbasis Cinta serta penyusunan perangkat pembelajaran.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Tawassul yang dipimpin oleh Mamat, S.Pd.I., kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu bersama sebagai bentuk penyegaran suasana sebelum memasuki sesi pembelajaran. Selanjutnya, narasumber mengajak seluruh peserta melakukan review terhadap materi hari pertama sebagai upaya menyamakan kembali persepsi mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam. Kegiatan ini menjadi pengantar sebelum peserta memasuki materi lanjutan yang lebih aplikatif.

Memasuki sesi inti, Pengawas Pembina Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Asep Saepulmillah, M.Ag., M.Pd., menyampaikan materi mengenai Kerangka Kerja Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai landasan dalam merancang proses pembelajaran yang lebih bermakna. Pada sesi ini, peserta diajak memahami keterkaitan antara kerangka pembelajaran, pengalaman belajar, prinsip-prinsip pembelajaran, serta Dimensi Profil Lulusan (DPL) sebagai acuan dalam membentuk kompetensi dan karakter murid secara utuh. Narasumber menekankan bahwa pembelajaran tidak lagi berorientasi pada penyampaian materi semata, tetapi harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang mendorong murid berpikir kritis, berkolaborasi, berkreasi, serta mampu mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan nyata. Selanjutnya, peserta memperoleh penguatan mengenai langkah-langkah penyusunan Perencanaan Pembelajaran, yang diawali dengan proses identifikasi kebutuhan belajar murid, dilanjutkan dengan perancangan desain pembelajaran yang selaras dengan tujuan pembelajaran, penyusunan asesmen sebagai alat ukur ketercapaian kompetensi, hingga perencanaan pengalaman belajar yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada murid. Melalui pemaparan tersebut, peserta memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai alur penyusunan pembelajaran yang sistematis, mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi di kelas, sehingga setiap komponen pembelajaran saling terintegrasi dalam mewujudkan proses belajar yang mendalam dan bermakna.

Usai penyampaian materi, peserta kelompok sesuai rumpun mata pelajaran untuk mengerjakan lembar kerja yang telah disiapkan oleh narasumber. Pada tahap pertama, setiap kelompok merancang Desain Pembelajaran berdasarkan format yang diberikan, kemudian mengunggah hasil pekerjaannya melalui platform Padlet sebagai media kolaborasi dan evaluasi bersama. Setelah memasuki sesi berikutnya, peserta kembali menyusun Rencana Pembelajaran secara lebih lengkap dengan mengintegrasikan komponen-komponen yang telah dipelajari sebelumnya. Seluruh hasil pekerjaan kembali dikumpulkan melalui Padlet untuk selanjutnya mendapatkan umpan balik dari narasumber. Selama proses berlangsung, Pengawas Pembina secara aktif melakukan monitoring, memberikan pendampingan, menjawab berbagai pertanyaan peserta, serta memberikan penguatan terhadap hasil penyusunan perangkat pembelajaran agar sesuai dengan prinsip Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta.

Sebelum melanjutkan materi berikutnya, suasana pelatihan kembali disegarkan melalui sesi ice breaking berupa permainan kata yang dipandu oleh narasumber. Kegiatan tersebut berlangsung penuh antusias dan berhasil membangun kembali semangat peserta setelah mengikuti rangkaian diskusi dan praktik penyusunan perangkat pembelajaran. Selanjutnya, narasumber memberikan penguatan mengenai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang meliputi penyusunan deskripsi kriteria, rubrik penilaian, interval, hingga persentase ketercapaian. Setiap kelompok mata pelajaran kemudian menyusun KKTP sesuai karakteristik mata pelajaran masing-masing sebagai bagian dari penyempurnaan perangkat pembelajaran.

Memasuki sesi siang, pelatihan dilanjutkan oleh Ai Riani Sofah, S.Pd., Guru MTsN 2 Tasikmalaya sekaligus Pengurus APEPSI Provinsi Jawa Barat, yang mengangkat tema pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan. Sebelum penyampaian materi, peserta mengikuti sesi ice breaking, foto bersama, serta bernyanyi bersama sehingga suasana pelatihan kembali terasa hangat dan penuh semangat. Dalam pemaparannya, narasumber memperkenalkan berbagai platform AI yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, di antaranya ChatGPT untuk menyusun materi ajar, mencari rekomendasi model pembelajaran, membuat LKPD, hingga menyusun mind map; Claude untuk membantu penyusunan modul ajar secara lebih sistematis dan komprehensif; serta NotebookLM yang dimanfaatkan dalam pembuatan infografis, slide presentasi, dan video pembelajaran. Selain itu, peserta juga memperoleh berbagai contoh prompt pembelajaran agar mampu memanfaatkan teknologi AI secara efektif, bertanggung jawab, dan sesuai kebutuhan pembelajaran di madrasah.

Menjelang berakhirnya kegiatan, seluruh peserta mengikuti sesi refleksi sebagai ruang evaluasi terhadap pelaksanaan In-House Training selama dua hari. Pada kesempatan tersebut, Rika Nuryani, S.Pd. dan Mamat, S.Pd.I. mewakili peserta menyampaikan refleksi yang penuh apresiasi atas penyelenggaraan pelatihan. Keduanya mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan tidak hanya menambah wawasan mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam, tetapi juga memberikan pengalaman praktis yang dapat langsung diterapkan dalam penyusunan perangkat ajar maupun pelaksanaan pembelajaran di kelas. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah peningkatan kompetensi dan penguatan profesionalisme guru dalam menghadapi dinamika pendidikan yang terus berkembang.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Pusaka, yang menghadirkan suasana khidmat sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan di penghujung pelatihan. Selanjutnya, Closing Ceremony dipimpin oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Irma Sumarni, S.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada seluruh narasumber, khususnya Asep Saepulmillah, M.Ag., M.Pd. dan Ai Riani Sofah, S.Pd., atas ilmu, pengalaman, serta pendampingan yang telah diberikan selama pelaksanaan In-House Training. Beliau juga mengapresiasi antusiasme dan komitmen seluruh guru yang mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan. Irma berharap hasil pelatihan ini tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, melainkan dapat diimplementasikan secara nyata dalam proses pembelajaran sehingga mampu meningkatkan mutu pendidikan dan melahirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi setiap murid. Kegiatan kemudian ditutup dengan musafahah sebagai simbol kebersamaan, penghormatan, serta komitmen seluruh keluarga besar MTs Serba Bakti untuk terus bersinergi dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan berlandaskan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta.

Kepala MTs Serba Bakti, Nurhidayat, S.Ag., MSI. berharap agar IHT dua hari ini dapat membangun semangat juang baru, menjadi inspirasi pengalaman mengajar mendalam dan bermutu, meningkatkan profesionalisme guru dan membangun budaya mutu dalam rangka Transformasi MTs Serba Bakti Tahun Ajaran 2026/2027 dengan semangat membangun Character Building melalui penguatan Projek Profil Pelajar Tanbih (pembelajaran adab dan akhlak secara mendalam) yang terintegrasi dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Pelaksanaan In-House Training selama dua hari ini menjadi bagian dari ikhtiar MTs Serba Bakti dalam meningkatkan kompetensi profesional guru agar mampu menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta. Melalui penguatan konsep, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, pengembangan asesmen, hingga pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence, diharapkan seluruh guru semakin siap mewujudkan pembelajaran yang mendalam, inovatif, dan bermakna, sehingga mampu melahirkan generasi madrasah yang unggul dalam prestasi, kokoh dalam karakter, serta bijak dalam memanfaatkan teknologi.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
HARI PERTAMA IHT: MTS SERBA BAKTI PERKUAT IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS CINTA MELALUI PEMBELAJARAN MENDALAM
SURYALAYA - Memasuki hari pertama pelaksanaan In-House Training (IHT) Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (PM), Rabu (22/7/2026), MTs Serba B
PEMBUKAAN IN-HOUSE TRAINING (IHT): Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam di MTs Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya
Tasikmalaya, 22 Juli 2026 – MTs Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya secara resmi membuka kegiatan In-House Training (IHT) Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC
GTK MTs Serba Bakti Suryalaya Ikuti Pembinaan Guru dan Sosialisasi Program Madrasah Jenjang MTs Tahun 2026
Tasikmalaya, 21 Juli 2026 – Sebanyak 17 GTK MTs Serba Bakti Suryalaya mengikuti kegiatan Pembinaan Guru dan Sosialisasi Program Madrasah Jenjang MTs Tahun 2026 se-KKM MTsN 2 Tasik