• MTS SERBA BAKTI

  • Madrasah Hebat Bermartabat

TINGKATKAN MUTU DAN TATA KELOLA PENDIDIKAN KEPALA MADRASAH KABUPATEN TASIKMALAYA MENGIKUTI RAPAT KERJA

PANGANDARAN - Dalam rangka menguatkan sinergi, mutu tata kelola lembaga, serta mutu pendidikan di madrasah, Kepala MTs Serba Bakti Suryalaya mengikuti Rapat Kerja (Raker) dan Pembinaan Kepala Madrasah Tsanawiyah se-Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan strategis yang diinisiasi oleh Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTs Kabupaten Tasikmalaya ini berlangsung selama dua hari, yakni Selasa hingga Rabu, 27–28 Oktober 2026, bertempat di Aula Hotel Pantai Indah Resort, Pangandaran.

Mengusung tema, “Mempererat Silaturahmi, Memperkuat Sinergi, Mewujudkan Program Kerja KKM yang Efektif, Adaptif dan Berdampak bagi Kemajuan Madrasah”, dalam semangat kebersamaan  untuk “Madrasah Hebat Bermartabat", forum tahunan ini menjadi wahana krusial bagi para Kepala Madrasah se-Kabupaten Tasikmalaya untuk menyelaraskan Arah Kebijakan Kementerian Agama dalam pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan madrasah. Raker ini ditujukan untuk merumuskan program kerja yang taktis, terukur, dan berbasis data guna menjawab berbagai tantangan zaman.

Pembukaan Raker dan Laporan Ketua Panitia

Rangkaian acara pembukaan berlangsung khidmat, dipandu oleh MC dan panitia pelaksana. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Dede Muhamad Solahudin, S.Pd.I., dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Madrasah yang dipimpin oleh Lala Latifah, M.Pd., dan pembacaan doa dipimpin oleh H. Dede Suryana, M.Pd.

Ketua Panitia Pelaksana, Drs. H. Acep ZM, dalam laporannya beliau menyampaikan urgensi, dasar dan tujuan Rapat Kerja Kepala Madrasah, apresiasi atas kehadiran dan antusiasme para Kepala Madrasah yang hadir. Dalam laporannya Ketua Panitia menyampaikan bahwa, ”Rapat kerja merupakan wahana untuk MEMBANGUN KEBERSAMAAN DALAM PENGABDIAN, bermusyawarah, bertukar pikiran, pengalaman dan bersinergi. Rapat kerja juga merupakan bagian penting dalam berorganisasi sehingga mampu mencetuskan ide dan terobosan baru yang dapat mengantarkan kemajuan kualitas madrasah. Pembinaan dan Rapat Kerja Kepala Madrasah Tsanawiyah se-Kabupaten Tasikmalaya akan dilaksanakan pada tanggal 27–28 Oktober 2026, bertempat Pangandaran”.

Drs. H. Acep ZM menegaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah 1). Meningkatkan persaudaraan dan silaturahmi sesama kepala madrasah, 2). Mengimplementasikan program kerja madrasah, 3). Mencari strategi untuk menumbuhkembangkan kegiatan yang berdampak pada kemajuan madrasah.

Ketua KKM MTs Kabupaten Tasikmalaya, H.R. Dadang Iskandar, M.M.Pd., menegaskan bahwa kebersamaan antara madrasah negeri dan swasta merupakan kunci utama dalam memajukan kualitas pendidikan madrasah di Kabupaten Tasikmalaya. Kepala madrasah harus memiliki kemauan untuk perubahan, kita perlu cepat gerak cepat menciptakan madrasah berkualitas, sekolah yang ada di samping kita, sudah mengadopsi model madrasah, kita harus meningkatkan daya saing madrasah. Kepala madrasah harus optimis, jangan pesimis jadi kepala madrasah di mana pun.

Menjadi kepala madrasah, harus punya cita-cita untuk mengembangkan madrasah, tanpa ada kemauan ataupun perubahan, kita tidak akan mengalami kemajuan. Silakan Bapak/Ibu kembangkan apa yang ada dalam diri, Insya Allah akan berkembang. Jadi jangan pesimis, kita harus optimis. Kita harus semangat. Apapun yang kita hadapi Insya Allah Allah akan memberikan jalan yang terbaik.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, H. Asep Lukman Hakim, S.Ag., M.Si., secara resmi membuka kegiatan sekaligus memberikan pembinaan. Dalam arahannya dan pembinaan pada Rapat Kerja ini, beliau menekankan tiga poin esensial :

  1. Kedisiplinan dan Regulasi Kerja : Kepala Madrasah wajib menjadi pilar utama keteladanan dengan memenuhi standar jam kerja minimal 37,5 jam per minggu.
  2. Akuntabilitas Manajemen : Pengelolaan anggaran, dana operasional, dan aset madrasah harus dilaksanakan secara transparan, profesional, dan tertib administrasi.
  3. Lingkungan Ramah Anak : Madrasah harus ditata menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, kondusif, serta bebas dari segala bentuk perundungan (anti-bullying).
  4. Asep Lukman Hakim, S.Ag., M.Si menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya kegiatan refreshing, dari kegiatan ini harus ada hasil yang dibawa dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya organisasi yang dipimpin oleh Bapak/Ibu. Kegiatan ini jangan mubazir, harus ada hasilnya. Jadi, sekarang kita bisa mengevaluasi kinerja tahun lalu dan menetapkan rencana kerja tahun depan yang lebih berdampak pada peningkatan mutu madrasah.

Kami titip kepada rekan-rekan semua, lembaga pendidikan ini dalam pengurusannya sangat berat, karena lembaga pendidikan madrasah mengalami perubahan, bukan hanya tiap tahun, bahkan tiap semester, tiap bulan, bisa mengalami perubahan. Makanya, kalau lembaga pendidikan ingin maju, kita perlu siap untuk berubah.

Perubahan-perubahan itu mohon menjadi bahan bagi kita semua dalam rangka mengawal dan memastikan lembaga yang kita pimpin itu bisa sesuai dengan harapan masyarakat. Kalau kita tidak bisa berubah, jangan salahkan pemerintah, jangan salahkan masyarakat ketika madrasah ditinggalkan.

Makanya, harus dievaluasi sekarang. Saya minta mengevaluasi mulai dari kelembagaannya, segi SDM, mulai kepala, waka, tenaga administrasi, dan tenaga kependidikannya, semua guru juga perlu dievaluasi, termasuk mengevaluasi program kerja madrasah. Suatu lembaga pendidikan wajib mempunyai dan membuat program kerja dalam satu tahun ajaran, dibuktikan dengan dokumen yang ditandatangani dan disahkan setiap tahun. Dokumen itu memuat mulai dari perencanaan, program pelaksanaan kegiatan, termasuk evaluasi program.

Apalagi sekarang dengan proses deep learning, seorang guru tidak lagi mencekoki anak dengan materi-materi, tapi dengan deep learning, seorang guru harus menjadi role model ketika berada di kelas, ketika berada di depan murid-muridnya, dan bisa mengajak para murid untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Keterlibatan guru wajib ada dan anak dituntun oleh guru untuk berani menyampaikan pendapatnya, meskipun pendapat itu salah. Seorang murid juga harus bisa menyimpulkan apa yang kita sampaikan. Sebenarnya, kalau kita laksanakan, ini akan lebih gampang bagi seorang guru. Seorang guru tidak perlu capek. Makanya, ayo kita berubah.

Yang kita rasakan sekarang, antara guru dengan murid ada jarak. Kadang-kadang anak cuek kepada guru. Kebanyakan anak yang penting hadir di ruang kelas, tanpa mempedulikan apa yang disampaikan oleh guru. “Yang penting tong dicarekan, tong dialfakan.” Yang penting hadir. Tetapi keaktifan murid sekarang sangat minim, bahkan yang paling mengkhawatirkan, penghargaan seorang anak terhadap guru sekarang mulai berkurang.

Kita buktikan ketika kita masih di Madrasah Tsanawiyah kita selalu ingat sampai saat ini nama-nama guru ketika kita berada di bangku Tsanawiyah. Tetapi sekarang, jangankan anak sudah keluar dari madrasah, masih berada di madrasah saja, ketika bertemu di jalan, anak tidak mau bertanya, tidak mau menyapa. Apalagi ketika anak sudah keluar dari madrasah, sudah lupa semua. Ini perlu dievaluasi. Jadi, ayo kita berubah.

Kenapa saya menginginkan adanya perubahan di lembaga Pendidikan madrasah? Karena lembaga pendidikan ini menjadi cita-cita bangsa. Kita sebagai pelaku di dalamnya, mau tidak mau cita-cita bangsa, harus terlaksana. Kalau kita tidak siap berubah, jangan salahkan madrasah. Kalau kita ingin madrasah masih ada di Kementerian Agama, kalau ingin madrasah masih ada, pastikan kita membuktikan kepada negara dan masyarakat bahwa pendidikan di madrasah lebih unggul dibandingkan pendidikan di luar madrasah.Kalau kita tidak bisa menunjukkan kepada pemerintah dan masyarakat bahwa minimal madrasah setara dengan sekolah lain, syukur bila madrasah bisa lebih unggul. Jadi, ayo kita berubah.

Apabila madrasah dikelola dengan baik, programnya jelas, rencana aksinya jelas, pelaksanaan program aksinya jelas, dan bisa membuktikan hasil pendidikannya lebih unggul, insyaallah keburukan hilang, nanti masyarakat akan berbondong-bondong ke lembaga pendidikan yang kita pimpin, madrasah kita akan menjadi pilihan.

Saya harap jaga nama madrasah, jaga nama Kementerian Agama, karena kita mencari kehidupan dari Kementerian Agama. Ayo berubah. Saya ingin menciptakan di Kementerian Agama ini semua orang menjadi keluarga. Saya tidak membedakan antara pimpinan dan bawahan. Justru saya ingin di Kementerian Agama semua menjadi keluarga besar, sehingga mempunyai rasa bersama-sama. Saya siap mengabdi di Kabupaten Tasikmalaya. Saya minta doanya, meskipun saya jauh, meskipun keluarga di Ciamis, saya ingin diberi rasa betah di Tasikmalaya.

Pemateri berikutnya Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penma) Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, Dr. H. Aep Saepurohman, S.Ag., M. Si., menyampaikan materi yang berjudul “Pembinaan Kepala Madrasah Dalam Rangka Rapat Kerja”, beliau menyampaikan materi-materi penting sebagai berikut :

  1. Pendahuluan: Raker Menjadi Ruang Menyatukan Arah

Rapat Kerja (Raker) bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sebuah ruang strategis untuk menyatukan arah seluruh elemen madrasah. Melalui Raker, kita harus membangun kesepahaman bersama mengenai:

  1. Prioritas: Menentukan apa yang paling penting untuk dicapai.
  2. Target: Menetapkan perubahan apa saja yang ingin terlihat secara nyata.
  3. Peran: Menjelaskan siapa bergerak bersama siapa dalam program kerja madrasah.
  4. Prinsip Penyusunan Program Kerja

Program kerja madrasah tidak boleh dibuat secara administratif belaka, melainkan harus berangkat dari kebutuhan nyata.

  1. Dasar Analisis: Mulai dari apa yang benar-benar dihadapi oleh guru, peserta didik, dan madrasah.
  2. Langkah Strategis: Gunakan hasil evaluasi madrasah sebagai dasar utama dalam menetapkan prioritas.
  3. Prinsip Utama: Membaca kebutuhan dengan cermat sebelum menyusun langkah aksi.
  4. Tiga Prioritas Pembinaan Guru

Untuk mencapai target madrasah, pembinaan terhadap guru difokuskan pada tiga pilar utama:

PILAR PEMBINAAN

URAIAN TARGET

Perencanaan

Menyusun perencanaan pembelajaran yang terarah, sistematis, dan relevan dengan kebutuhan siswa.

Pelaksanaan

Memperkuat praktik mengajar di kelas, kualitas asesmen, serta optimalisasi pendampingan peserta didik.

Pengembangan

Membangun budaya belajar bersama sesama pendidik dan aktif berbagi praktik baik (good practices).

  1. Perumusan Target dan Indikator Keberhasilan

Target yang baik harus mampu mengubah cara kerja organisasi dan menghasilkan perubahan yang dapat ditinjau kembali secara objektif. Ukuran keberhasilan dibagi menjadi tiga dimensi:

  1. Target: Rumuskan target secara spesifik, terukur, objektif, dan memiliki batas waktu yang jelas.
  2. Indikator Proses: Tetapkan indikator yang memantau jalannya program, meliputi:
    • Kehadiran
    • Kolaborasi
    • Kesiapan perangkat ajar
    • Pelaksanaan supervisi dan tindak lanjutnya
  3. Indikator Hasil: Tetapkan hasil akhir yang sesuai dengan prioritas madrasah, bukan sekadar menghitung banyaknya jumlah kegiatan yang terlaksana.
  4. Manajemen Kerja Tim (Teamwork)

Arah kebijakan yang jelas akan menjadi kekuatan besar jika didukung oleh pembagian tanggung jawab dan waktu kerja yang kolaboratif. Komponen tim terdiri atas:

  1. Pimpinan: Bertugas memberi arah kebijakan, memberikan dukungan penuh, dan membuka ruang pengambilan keputusan bagi bawahan.
  2. Guru: Saling berbagi tanggung jawab melalui kerja tim, aktif dalam komunitas praktisi, dan melakukan pendampingan sebaya.
  3. Program: Setiap program wajib memiliki penanggung jawab yang jelas, mitra kerja yang sinergis, serta jadwal pelaksanaan yang pasti.
  4. Langkah Transformasi: Dari Rencana Ke Aksi

Proses eksekusi program kerja dilakukan melalui tiga tahapan berkesinambungan:

  1. Pilih: Pilih beberapa prioritas program yang dinilai paling membawa dampak signifikan bagi madrasah.
  2. Turunkan: Jabarkan pilihan tersebut ke dalam detail kegiatan, indikator performa, penanggung jawab, dan jadwal yang definitif.
  3. Tinjau: Lakukan evaluasi dan tinjau kemajuan secara berkala. Perbaiki langkah strategis di lapangan berdasarkan bukti (evidence-based).
  4. Komitmen Pasca-Raker

Raker dinyatakan berhasil jika melahirkan komitmen bersama untuk membawa madrasah yang terus bertumbuh. Setelah Raker selesai, seluruh elemen harus menyepakati tiga hal utama:

  1. Satu prioritas utama yang menjadi fokus bersama.
  2. Satu langkah pertama yang konkret untuk memulai.
  3. Satu bentuk dukungan nyata yang langsung dimulai segera setelah Raker.

Catatan Akhir: Mulai dari apa yang disepakati. Tumbuh dari apa yang dilakukan.

POKJAWAS

Sementara itu, Ketua Pokjawas Kemenag Kabupaten Tasikmalaya memaparkan tantangan kualitas pembelajaran berbasis data internasional (PISA). Beliau menyoroti bahwa masih tingginya persentase siswa yang berada di bawah standar minimal kompetensi matematika, literasi, dan sains harus direspon dengan perubahan metode mengajar.

Guru-guru didorong untuk meninggalkan metode hafalan statis dan beralih pada pembelajaran bernalar kritis (high order thinking skills), kolaboratif, serta pemecahan masalah. Kepala Madrasah juga diingatkan untuk beralih dari kepemimpinan administratif menjadi instruktif-inovatif dengan pola pikir berkembang (growth mindset). Dalam merespons dinamika peserta didik Gen Z (strawberry generation), Guru BK dan Wali Kelas diminta berperan sebagai sahabat dan pendengar yang ramah, bukan sekadar penegak aturan.

Pokjawas Kemenag juga siap memberikan dukungan penuh melalui berbagai program pendampingan, seperti aplikasi konsultasi digital MAGIS, tim bimbingan akreditasi, diklat sertifikasi Kepala Madrasah, hingga program "1 Pengawas 1 Madrasah Model Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)".

Bedah Program Kerja Madrasah Tahun 2026

Agenda rapat kerja dilanjutkan dengan sesi Bedah Program dan Penyusunan Program Kerja KKM MTs Tahun 2027 yang dipandu oleh Tim KKM MTs Kabupaten Tasikmalaya. Dalam sesi ini, seluruh peserta diajak membahas dan merumuskan program kerja serta jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun mendatang, kegiatan masa depan diharapkan jauh lebih baik, berdampak dan dapat mendongkrak eksistensi seluruh madrasah.

Keikutsertaan Kepala MTs Serba Bakti Suryalaya dalam kegiatan Pembinaan dan Raker ini merupakan langkah nyata madrasah dalam mendukung kebijakan pemerintah, khususnya Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya serta sarana efektif untuk menyerap berbagai arahan strategis dari para pemateri dan praktik baik dari kepala madrasah lain.

Hasil dan rekomendasi dari Raker ini akan segera ditindaklanjuti di lingkungan MTs Serba Bakti melalui penguatan kapasitas guru, peningkatan kedisiplinan, penguatan pembentukan karakter/tasawuf keagamaan peserta didik, serta inovasi pembelajaran digital agar MTs Serba Bakti terus berkembang menjadi madrasah unggul, berdaya saing, dan dapat bertransformasi selaras dengan perkembangan zaman.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
MTs SERBA BAKTI GELAR UPACARA PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA KE-98 TAHUN 2026

Suryalaya, 28 Oktober 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026, Madrasah Tsanawiyah Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya melaksanakan Upacara Bendera

28/10/2026 11:25 - Oleh Rian Syaiful Anwar - Dilihat 125 kali
PEMBUKAAN IN-HOUSE TRAINING (IHT): Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam di MTs Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya

Tasikmalaya, 22 Juli 2026 – MTs Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya secara resmi membuka kegiatan In-House Training (IHT) Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC

22/07/2026 11:52 - Oleh Rian Syaiful Anwar - Dilihat 354 kali
Pengukuhan Murid Baru MTs Serba Bakti Tahun Pelajaran 2026/2027: Meneguhkan Langkah, Menumbuhkan Harapan, Mengukuhkan Generasi Berprestasi

SURYALAYA - Ada hari-hari yang tidak sekadar menandai pergantian waktu, tetapi menjadi penanda lahirnya sebuah perjalanan baru. Hari ketika seorang anak melangkah meninggalkan gerbang m

17/07/2026 10:35 - Oleh Rian Syaiful Anwar - Dilihat 257 kali